Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Waktu Yang Tepat Untuk Imunisasi Campak

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Moms & Dads, si kecil sudah mendapat imunisasi campak belum? Imunisasi ini salah satu dari lima imunisasi dasar yang ditetapkan pemerintah kita. Bahkan pemerintah baru saja menggelar program imunisasi campak gratis di seluruh Indonesia pada 1-14 Agustus 2016.

Campak adalah penyakit menular yang bisa sangat mudah menjangkiti si kecil. Penyakit akibat virus campak atau measles ini cukup berbahaya karena memicu komplikasi seperti peradangan otak dan paru-paru hingga kebutaan. Anak yang terkena virusnya akan menampakkan gejala seperti flu, demam hingga 40 derajat Celsius, hidung berair, batuk, dan mata merah karena peradangan selaput ikat mata atau konjungtivitis. Dua atau empat hari kemudian muncul gejala khas yaitu titik putih di dalam mulut yang disebut Koplik dan ruam merah pada kulit, dari wajah hingga seluruh badan.

Si kecil bisa tertular dari cairan yang keluar saat penderita batuk atau bersin. Pada bayi baru lahir, kekebalan tubuhnya masih cukup baik. Tapi mendekati usia 9 bulan, kekebalan tubuh menurun hingga ia perlu diberi imunisasi campak sebagai pelindung untuk meningkatkan daya tahannya. Itu sebabnya dosis pertama vaksin ini biasa diberikan di usia 9 bulan.

Imunisasi campak diberikan dua kali, Moms & Dads. Setelah dosis pertama, dosis kedua akan diberikan ketika si kecil berusia 6 tahun. Bila dosis pertama terlewat, biasanya si kecil disarankan untuk mendapat vaksin MMR (Measles Mump Rubella) di usia 12 bulan. Ini penting karena usia balita adalah usia paling rawan terkena campak. Kabar baiknya, si kecil yang pernah campak tak akan tertular lagi seumur hidup. Tapi tentunya lebih baik ia tidak pernah tertular sama sekali.

Seperti vaksin lain, vaksin campak juga bisa menimbulkan efek samping ringan yang tidak perlu dikuatirkan. Berikut beberapa efek samping yang bisa timbul:

  • Bengkak di area bekas suntikan selama satu hari
  • Beberapa anak merasa demam selama 1-2 hari setelah lebih dari seminggu disuntik.
  • Setelah 7-10 hari vaksinasi, timbul kemerahan di area bekas suntikan selama dua hari, tapi ini jarang terjadi.

Ada beberapa kondisi yang membuat si kecil sebaiknya tidak mendapatkan vaksin campak. Misalnya, anak yang alergi pada dosis vaksin campak sebelumnya, alergi zat kanamisin dan eritromisin serta protein telur, menderita infeksi akut disertai demam, mengalami defisiensi sistem kekebalan, dan sedang dalam pengobatan intensif yang bersifat menurunkan kekebalan tubuh, seperti kemoterapi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *