Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Siap-siap Pubertas, Menstruasi Pertama

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Moms, siapkan si kecil menghadapi masa pubertas yuk. Banyak perubahan yang akan ia alami, terutama untuk putri Moms tercinta. Masa pubertas baginya juga berarti akan mengalami menstruasi  pertama. Jangan sampai si kecil kaget apalagi trauma menyadari dirinya mendadak mengalami pendarahan.

Menstruasi adalah proses alami yang terjadi pada semua wanita. Moms bisa menjelaskan prosesnya pada si kecil dengan simple agar ia paham. Moms bisa katakan bahwa di usia tertentu, tubuh perempuan mulai siap untuk hamil. Bila ia tidak hamil, darah akan keluar dari rahimnya mengikuti sebuah siklus yang rata-rata berjalan selama satu bulan.

Usia mendapatkan menstruasi pertama atau menarche bisa beragam pada anak perempuan. Rata-rata di usia 11-12 tahun, tapi bisa juga lebih muda. Ada yang sudah haid di usia 8-9 tahun, tapi ada juga yang baru haid di usia 16 tahun.

Begitu pula dengan lamanya haid. Menstruasi pertama biasanya berlangsung cepat. Umumnya haid normal berlangsung antara 4 sampai 8 hari dan akan berulang dengan siklus antara 21-35 hari. Di tahap menarche, siklus mungkin belum teratur. Tak perlu cemas Moms, karena ini normal. Baru setelah beberapa bulan siklus menjadi lebih teratur.

“Siklus haid bisa dikatakan sering bila berlangsung kurang dari 24 hari, dan dikatakan jarang bila lebih dari 35 hari,” jelas dr. Dwi Priangga, SpOG dari Bamed Women’s Clinic di Jakarta dalam seminar Sehat Reproduksi Milik Segala Usia, 25 April 2017.

Ada tiga macam gangguan siklus haid, Polimenorea, Oligomenorea dan Amenorea. Ini dia detailnya:

  • Polimenorea berarti siklus lebih pendek dari normal atau kurang dari 21 hari dengan pendarahan sama atau lebih banyak dari normal. Penyebabnya bisa gangguan hormon hingga peradangan dan endometriosis.
  • Oligomenorea ditandai dengan siklus yang lebih lama atau lebih dari 35 hari dengan pendarahan sedikit. Tidak ada masalah kesehatan dan kesuburan pada gangguan ini.
  • Amenorea ditandai dengan tidak haid minimal 3 bulan berturut-turut. Bila si kecil belum juga haid di usia 18 tahun atau lebih berarti ia mengalami Amenorea primer. Umumnya berkaitan dengan kelainan kongenital dan genetik. Si kecil bisa juga mengalami fase Amenorea fisiologis yang umum terjadi sebelum masa pubertas. Pada wanita dewasa, ia bisa mengalami fase ini di masa kehamilan, menyusui dan menopause. Ada juga Amenorea sekunder, tandanya wanita yang pernah haid kemudian tidak mengalami haid. Penyebabnya beragam, bisa gangguan gizi, metabolisme, tumor, infeksi dan lainnya.

Gangguan haid yang umum terjadi pada tahap menarche adalah Dismenorea primer atau nyeri. Umumnya gangguan ini hanya perlu ditangani dengan obat pereda sakit.  Si kecil juga bisa mengalami pre-menstrual syndrome atau PMS yang ditandai mood swing.

Untuk menjaga kesehatan reproduksi si kecil, Moms perlu mengingatkan beberapa poin:

  • Menjaga pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang, olahraga dan istirahat cukup
  • Memakai celana yang menyerap keringat
  • Menjaga kebersihan area kewanitaan dengan teratur mengganti pembalut atau pantyliner agar bakteri tidak tumbuh dan area V tetap kering
  • Membasuh daerah kewanitaan dengan benar, dari depan ke belakang tiap kali buang air
  • Hindari memakai bedak talc dan sabun maupun tisu berparfum di area V.
  • Tidak meminjam pakaian dalam orang lain atau barang yang mudah menularkan penyakit kelamin dan memastikan kebersihan toilet sebelum digunakan, terutama toilet umum.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *