Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Remaja Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Tekanan teman sebaya alias peer pressure, beban akademis dan lainnya sering membuat anak di masa pubertas merasa stress, Moms & Dads. Stress terus-menerus bisa menjadi depresi akut bahkan hingga mengidap bipolar disorder. American Heart Association menyatakan, depresi akut dapat membuat remaja berisiko terkena penyakit jantung dini.

Pernyataan ini belum terbukti secara klinis, tetapi tidak ada salahnya berjaga-jaga. “Remaja dengan masalah mood belum terbukti memiliki tingkat risiko penyakit jantung lebih tinggi. Tapi semoga dugaan ini memicu perhatian keluarga, tenaga medis, maupun individunya sendiri untuk mengurangi risiko penyakit jantung,” tutur Dr. Benjamin Goldstein, psikiater anak dan remaja dari Sunnybrook Health Sciences Center, University of Toronto, Kanada.

Riset pada 2011, yang melibatkan 7000 orang di bawah usia 30 tahun di Amerika, menunjukkan remaja dengan depresi akut atau bipolar disorder mengalami tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, dan pengerasan pembuluh darah. Mereka berisiko tinggi mengalami penyempitan dan penghambatan pembuluh darah, yang memicu serangan jantung hingga kematian.

Depresi juga cenderung membuat remaja memiliki kebiasaan buruk, seperti menjadi perokok, pengguna narkoba, dan malas beraktivitas fisik. Apalagi obat stress ternyata memicu naiknya berat badan, kadar kolesterol dan gula darah, walaupun periset menemukan banyak remaja depresi yang menolak minum obat.

Jadi, tidak ada salahnya untuk mengendalikan stress demi menghindari penyakit jantung dini dan menjadikan generasi penerus kita lebih baik. Ajak si kecil memiliki kebiasaan pola hidup sehat dari sekarang, mendapat cukup perhatian dan selalu berkomunikasi dengan Moms & Dads. Yuk, sayangi jantung kita sekeluarga dari sekarang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *