Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Kenali Faktor Risiko dan Gejala Kanker Rahim

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Di dunia, kanker rahim menempati peringkat keenam jenis kanker yang banyak menjangkiti wanita. Di momen peringatan Hari Kanker Dunia, 4 Februari ini, yuk perkaya wawasan kita agar dapat melakukan pencegahan dan deteksi dini.

Penyakit yang juga disebut kanker uterus  atau endometrium ini ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang menekan jaringan dinding rahim dan membentuk tumor. Seperti jenis kanker lain, penyebab pasti kanker rahim belum diketahui. Tapi banyak wanita yang berisiko, termasuk Moms yang mengalami hyperplasia atau penebalan dinding rahim yang berlebihan.

Faktor risiko lainnya adalah:

  • Obesitas
  • Tidak pernah hamil
  • Menstruasi dimulai sebelum usia 12 tahun
  • Menopause setelah usia 55
  • Mengidap hipertensi
  • Mengidap diabetes melitus
  • Menjalani terapi estrogen karena hormon estrogen diyakini memicu pertumbuhan sel kanker
  • Mengonsumsi tamoxifen, yang biasa diminum penderita kanker payudara
  • Radiasi pada pelvis
  • Memiliki riwayat keluarga untuk kanker uterus dan sindrom Lynch, yang mirip kanker kolorektal.

Moms dengan faktor-faktor risiko tersebut belum tentu akan terjangkit kanker, begitu pula sebaliknya.  Tetapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dan deteksi dini dengan mengenali gejalanya agar peluang sembuh lebih besar. Gejala  utama, yaitu:

  • Pendarahan vaginal yang abnormal, seperti pendarahan di luar siklus haid dan pendarahan pada Moms yang telah menopause
  • Vagina sering mengeluarkan cairan
  • Rasa sakit ketika buang air kecil atau berhubungan intim
  • Nyeri pada pelvis

Umumnya kanker uterus dapat diketahui dengan pemeriksaan pelvis, tes Pap, ultrasound, dan biopsi. Untuk memastikan diagnosa bisa juga dilakukan CT scan atau MRI. Untuk stadium 0-4 biasanya dilakukan biopsy, X-ray dada dan CT atau MRI scan.

Penanganan juga bisa beragam sesuai stadium kanker, usia Moms dan kesehatan Moms secara umum. Bisa dilakukan dengan pembedahan, radiasi, terapi hormon maupun kemoterapi sesuai anjuran dokter. Pembedahan umumnya dilakukan dengan mengangkat rahim, ovarium, tabung fallopi, kelenjar getah bening terdekat dan sebagian vagina.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *