Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Kenali 6 Jenis Kanker Anak

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Beberapa waktu lalu kita sudah membahas tentang deteksi dini kanker anak dengan mengenali gejala umumnya. Di bulan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia ini, Moms & Dads juga sebaiknya mengetahui jenis-jenis kanker yang paling banyak menyerang anak Indonesia.

Menurut Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, ada 6 jenis kanker yang paling sering menyerang anak usia 0-18 tahun, yaitu:

  • Leukemia. Penyakit ini menyerang sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Hingga kini angka prevalensi atau jumlah pengidap leukemia tertinggi dibanding jenis kanker anak lainnya, yaitu 2,8 per 100.000 anak. Gejalanya antara lain: pucat, lemah, rewel, napsu makan menurun, demam tanpa sebab yang jelas, pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening. Si kecil juga bisa mengalami kejang sampai penurunan kesadaran, pendarahan kulit dan atau pendarahan spontan, nyeri tulang yang ditandai anak tidak mau berdiri dan berjalan serta lebih nyaman digendong, dan pembesaran buah zakar dengan konsistensi keras.
  • Retinoblastoma. Tumor ganas primer pada mata ini sering dijumpai pada anak di bawah usia 5 tahun. Prevalensinya 2,4 per 100.000 anak. Gejalanya, terdapat manik mata berwarna putih, mata kucing, juling, kemerahan, pembesaran bola mata, peradangan jaringan bola mata, dan penglihatan buram.
  • Osteosarkoma. Penyakit yang juga disebut kanker tulang ini memiliki angka kejadian sebesar 0,97 per 100.000 anak. Gejalanya, nyeri tulang di malam hari atau setelah beraktivitas, pembengkakan, kemerahan dan hangat di area nyeri tulang, patah tulang setelah aktivitas rutin, gerakan tulang terbatas, nyeri menetap di punggung, demam, cepat lelah, penurunan berat badan, dan pucat.
  • Neuroblastoma. Tumor ini berkembang dari sel-sel saraf yang belum matang dan biasanya terjadi pada balita. Tumor umumnya berkembang di sekitar perut, tapi bisa juga di bagian lain, seperti dada dan jaringan saraf tulang belakang. Angka kejadian neuroblastoma adalah 10,5 per 1 juta anak. Gejalanya tergantung bagian tubuh yang diserang, bisa berupa pendarahan di sekitar mata dan mata menonjol, nyeri tulang, perut terasa penuh dan diare, kelopak satu sisi mata menurun, kontraksi pupil, mata kering, pembengkakan di leher, nyeri, lumpuh, gangguan fungsi kandung kemih dan usus.
  • Limfoma maligna. Kanker ini menyerang jaringan getah bening dan bersifat padat. Prevalensi penyakitnya 0,75 per 100.000 anak. Gejalanya, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, pangkal paha, dan tanpa rasa nyeri; sesak napas, tersumbatnya saluran pencernaan, demam, keringat malam, lemah, lesu, napsu makan berkurang, dan penurunan berat badan.
  • Karsinona nasofaring. Tumor ganas ini terjadi di antara hidung dan tenggorokan. Prevalensinya mencapai 0,43 per 100.000 anak. Gejala dini yang perlu diwaspadai adalah ingus bercampur darah, pilek dan air ludah kental, hidung tersumbat, mimisan, tuli sebelah, telinga berdengung, nyeri telinga, dan rasa penuh di telinga.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti faktor risiko dan penyebab kanker pada anak. Kemungkinan adalah interaksi antara empat faktor, yaitu genetik, zat kimia, virus, dan radiasi. Walaupun sulit dicegah, sebaiknya Moms & Dads menerapkan perilaku CERDIK sejak dini, yaitu: Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Diet sehat dan seimbang serta Kelola stress.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *