Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Daycare Mendukung Kemandirian Si Kecil

Penutupan Unilever Daycare 2016
Penutupan Unilever Daycare 2016

Si kecil menangis di pagi hari saat Moms & Dads harus beraktivitas, bisa jadi pemandangan sehari-hari. Apalagi  bila ia terbiasa bersama pengasuhnya yang masih berlibur alias mudik lebaran. Masalah kemandirian seperti ini sering membuat Moms & Dads merasa tidak tega ya. Rasanya tidak ingin meninggalkan si kecil, tapi ada tugas menanti di kantor dan tempat lainnya.

Fakta seperti ini membuat Unilever Daycare berbagi pengalaman dan tips dalam mengasuh anak dan menjadi wadah para orang tua dan karyawan untuk berbagi cerita seputar kemandirian anak sejak 30 Juni hingga 21 Juli 2016. Melatih kemandirian si kecil sejak dini merupakan faktor penting untuk mempersiapkan masa depannya. Seiring berkurangnya ketergantungan si kecil, secara tidak langsung mengurangi tingkat kerewelan yang menjadi dilema kebanyakan orangtua. Moms & Dads pun dapat lebih fokus terhadap pekerjaan dan mengurangi tingkat stres sehingga merasa lebih bahagia.

“Mengasuh anak merupakan tantangan yang tidak mudah, terutama bagi mereka yang bekerja. Salah satu tantangannya adalah mengajarkan kemandirian. Harus dimulai dengan berani melepaskan anak melakukan segala sesuatunya sendiri, namun tetap diawasi sehingga diharapkan dapat menanamkan rasa tanggung jawab atas segala sesuatu yang dia lakukan dan melatih keberaniannya,” tutur  Mona Ratuliu, penulis buku ParenThink dan aktif di situs parenting Monaratuliu.com.

Ia menambahkan, “Aku juga mengalami hal yang sama dalam menghadapi ketiga anakku. Aku selalu berusaha untuk memuji prestasi atau keberhasilan yang diraih Davina, Baraka, dan Syanala mulai dari hal kecil sekalipun sehingga mereka merasa diapresiasi. Dengan begitu, anak kita akan merasa berani dan percaya diri dan menjadi lebih mandiri walaupun ditinggal orang tua yang bekerja.”

Lutfi Nanda Umar, orang tua dan peserta Unilever Daycare menyatakan, “Kehadiran Unilever Daycare merupakan solusi bagi para orang tua yang bekerja agar dapat menitipkan anaknya selama ditinggal mudik asisten rumah tangga. Kami jadi dapat menyelesaikan pekerjaan kantor dan mengasuh anak tanpa rasa khawatir. Apalagi semua aktivitas dikemas secara edukatif dan menarik.”

Banyak aktivitas dan edukasi non-formal dengan sistem pengajaran Montessori untuk menstimulasi kecerdasan, daya imajinasi, kreativitas, serta mempersiapkan kemandirian anak. Mereka diajak belajar sambil bermain, berkesenian, berolahraga, dan mencoba profesi di dalam satu lingkungan yang sama dengan orang tua mereka. Pada acara penutupan Unilever Daycare 2016, anak-anak peserta Unilever Daycare juga turut memeriahkan acara dengan menampilkan Pentas Anak.

“Kami berharap program ini dapat memberikan banyak manfaat serta menggugah para orang tua untuk semakin aktif berperan serta dalam proses tumbuh kembang anak dan mempererat hubungan dengan anak dan keluarga, agar  tercipta keluarga yang harmonis dan sejahtera,” tutup Sancoyo Antarikso, Governance and Corporate Affairs Director & Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *