Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Atasi Inkontinensia Urin Dengan Yoga

Yoga lansia untuk mengurangi gejala inkontinensia urin Foto: dok. momdadi.com
Yoga lansia untuk mengurangi gejala inkontinensia urin
Foto: dok. momdadi.com

Inkontinensia urin  bisa terjadi pada siapa saja, terutama Moms yang pernah melahirkan atau orang-orang berusia lanjut dan Dads yang pernah menjalani bedah prostat. Ini bukan penyakit berbahaya tetapi sebuah gejala yang membuat kita sulit menahan kencing.

“Inkontinensia urin bukan penyakit mematikan tetapi bisa menggerus rasa percaya diri seseorang. Ia bisa merasa risih ketika ketahuan oleh orang lain atau tidak nyaman karena harus sering bolak-balik ke toilet,” tutur dr. Arief Rahmadi dari RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Timur.

Menurut dr. Arief, ada dua jenis inkontinensia urin, yaitu akut bila terjadi kurang dari enam bulan dan kronis untuk gejala yang terus bertahan lebih dari enam bulan. Gejala sering BAK ini disebabkan oleh melemahnya kekuatan otot saluran kemih sehingga penderita sulit mengendalikan atau menahan keluarnya urin. Faktor penyebabnya sangat beragam, bisa karena usia lanjut, penyakit tertentu seperti diabetes atau masalah hormon seperti pada wanita menjelang menopause.

Walaupun tidak berbahaya, bila dibiarkan bisa menimbulkan penyakit lain. “Sering BAK membuat daerah di sekitar genital selalu basah dan lembab sehingga rawan infeksi jamur. Lama-lama penderita bisa terkena infeksi jamur di saluran genital atau penyakit saluran kemih,” ujar dr. Arief.

Ia menyarankan untuk menggunakan alat bantu seperti popok dewasa. Selain itu, beberapa jenis senam dapat membantu menguatkan otot panggul dan saluran kemih, seperti senam kegel dan yoga. Made dari Namaste Community dan yogalansia.com menyarankan penderita inkontinensia urin untuk rutin melakukan yoga terutama bagi para lansia.

“Yoga berfungsi untuk memperbaiki keseimbangan, memperlancar peredaran darah dan meningkatkan kekuatan tubuh. Yoga lansia bisa menjadi terapi utama untuk inkontinensia karena mampu menguatkan otot dasar panggul yang mulai lemah,” tutur Made.

Yoga lansia bisa dilakukan kapan saja di rumah dengan alat bantu kursi. Tetapi Moms & Dads tidak bisa sembarangan melakukannya tanpa instruktur. Ada gerakan-gerakan yoga yang kurang cocok untuk kondisi tertentu, misalkan untuk penderita osteoporosis, hipertensi atau penyakit jantung.

“Setiap orang memiliki kondisi dan kemampuan adaptasi tubuh berbeda. Jadi di awal-awal latihan perlu didampingi instruktur,” ujar Made di acara Sehat Bersama Confidence, di RS Islam Cempaka Putih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *