Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

3 Fakta Kemampuan Janin di Rahim

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Selama sembilan bulan lebih janin di rahim mengalami perkembangan yang sangat luar biasa. Bayangkan, dari sel telur yang dibuahi, berubah menjadi zigot kemudian berangsur-angsur membentuk seorang bayi.

Ia juga tidak hanya tidur diam meringkuk di sana. Si kecil dapat merasakan apa yang Moms alami dan bersiap untuk menghadapinya sendiri nanti di luar sana. Tiga fakta tentang janin di rahim ini mungkin agak mengejutkan dan terasa ajaib.

Takjub mendengar bunyi

Iya, si kecil akan bereaksi seperti layaknya orang takjub mendengar bunyi keras yang asing atau kaget ketika ada suara nyaring dadakan. Reaksi ini umumnya baru terasa di usia kehamilan 23 minggu atau trimester kedua. Coba deh, ketika Moms bersin akan terasa si kecil ‘melompat’ di dalam perut.

Ia akan berhenti merespon ketika bunyi keras itu terdengar terus-menerus. Jadi tak perlu cemas karena ini memang reaksi wajar dari otak yang berkembang normal. Begitu menurut Lise Eliot, seorang associate professor di bidang neuroscience dari Chicago Medical School yang juga penulis buku What’s Going On in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life.

Bernafas dalam air

Betul sekali, Moms… ternyata manusia sebenarnya memiliki kemampuan untuk bernafas dalam air walaupun tak punya insang seperti ikan. Faktanya kita pertama kali bernafas bukan menghirup oksigen, tapi air ketuban di rahim. Lise Eliot menjelaskan, di usia kehamilan sekitar 27 minggu, paru-paru janin yang penuh terisi cairan mulai mengembang dan mengempis seiring kontraksi ritmis diafragma dan otot dada.  Kontraksi ini membantunya mengembangkan otot dan sirkuit yang diperlukan untuk bernafas nantinya.

Mencium aroma

Indera penciuman sudah berfungsi meski janin masih berada dalam rahim dan dikelilingi air ketuban. Kemampuan ini berkembang di usia kehamilan sekitar 28 minggu. Buktinya ada pada hasil riset yang melibatkan bayi-bayi lahir prematur. Bayi yang lahir di usia lebih muda dari 28 minggu tampak tidak bereaksi apa-apa ketika ekstrak peppermint didekatkan ke hidungnya. Tapi sebaliknya, bayi yang lahir di usia kehamilan 28 minggu ke atas langsung bereaksi, entah itu menghirup, mengernyit atau menjauh.

Lise Eliot mengungkap, cairan ketuban atau amniotic meningkatkan kemampuan indera penciuman bayi. Kondisi ini sama seperti pada orang dewasa, yang lebih bisa mencium bau sesuatu ketika molekul aroma benda telah bercampur dengan cairan hidung.

Daya penciuman janin semakin tajam di trimester ketiga karena molekul aroma sudah lebih mudah melalui plasenta.  Jadi aroma apapun yang Moms cium, akan dikenal juga oleh janin di rahim.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *