Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Kemampuan bersosialisasi si kecil bisa tumbuh secara alami, bisa juga tidak. Moms & Dads perlu membantunya agar ia lebih mudah berteman, tidak tenggelam dalam sifat pemalu atau merasa takut berbaur dengan anak lain.

Susan Diamond, M.A., penulis buku Social Rules for Kids, menekankan pentingnya orangtua mengetahui tingkat perkembangan kemampuan bersosialisasi anak berdasarkan usia mereka.  “Dengan begitu, orangtua bisa menentukan kapan si kecil butuh bantuan,” katanya.

Sering melakukan play date dengan anak-anak sebaya akan sangat membantu si kecil meningkatkan kemampuan sosialisasinya. Moms & Dads akan melihat perkembangannya dan bisa menentukan di sisi mana si kecil perlu dibantu.

Sebagai contoh, si kecil usia 3-4 tahun biasanya sudah mampu berbicara dengan kata-kata yang cukup jelas, memahami aturan bergiliran saat bermain, dan memperlakukan boneka seperti mahluk hidup. Sementara di usia 5-6 tahun, ia sudah dapat menyenangkan temannya dengan mengucapkan,’terima kasih,’ ‘silahkan’ atau ‘maaf.’

Di usia 6-7 tahun, si kecil biasanya sudah bisa berempati. Ia mungkin akan menangis karena kemalangan orang lain. Dia juga mulai menguasai bahasa tubuh, bersabar menunggu giliran dan bisa lebih menerima kekalahan.

Psikolog anak dan pakar parenting, Lawrence Balter, Ph.D., menyarankan empat strategi ini untuk Moms & Dads terapkan dalam meningkatkan kemampuan bersosialisi si kecil:

  • Ajarkan empati. Tanyakan pada si kecil apa yang mungkin dirasakan orang tentang suatu kejadian. Besoknya, Moms & Dads bisa menanyakan pendapatnya lagi untuk kejadian yang berbeda. Begitu seterusnya.
  • Jelaskan tentang ruang pribadi. Tanamkan pada si kecil bahwa setiap orang memiliki ruang pribadi yang membuatnya nyaman dan ajari dia untuk tidak mengganggunya. Contohkan bagaimana melakukannya saat bermain.
  • Melatih percakapan. Ajari si kecil bagaimana memulai percakapan, menarik perhatian orang lain dan berbaur dengan kelompok anak-anak yang tengah bermain. Moms & Dads bisa melatihnya sambil berjalan-jalan, mengantar dan menjemputnya dari sekolah, atau saat makan bersama.
  • Memahami konsep bergiliran. Ajaklah si kecil melakukan permainan yang membuatnya sabar menunggu giliran, mengambil giliran dan berbagi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *