Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Masalah Kebutaan Pada Anak

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Memiliki anak yang terlahir sempurna adalah dambaan setiap orangtua. Tapi bagaimana jika hal tersebut tidak terwujud, seperti misalnya anak mengalami masalah kebutaan pada penglihatannya? Apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi tersebut?

Penyebab kebutaan yang terjadi sejak bayi dalam perut mommy adalah katarak kongenital. Katarak kongenital adalah kekeruhan pada lensa mata, yang telah terjadi sejak lahir atau berkembang segera setelah lahir. “Kejadian katarak kongenital kurang lebih 0,4 persen dari seluruh kelahiran”, ungkap dr. Lusiana Kartininingsih, SpA.

Faktor yang dapat menyebabkan katarak kongenital antara lain kelainan bawaan, infeksi intrauterine, kelainan metabolik, diabetes, trauma, inflamasi, dan reaksi obat-obatan. Namun faktor yang terbanyak adalah karena infeksi intrauterine yang disebabkan karena penyakit rubella atau campak selama dalam kehamilan. “Infeksi lain yang bisa menyebabkan katarak kongenital antara lain cacar air, sitomegalovirus, herpes simpleks, herpes zoster, poliomielitis, influenza, Epstein-Barr virus, syphillis dan toksoplasmosis,” ungkap dokter spesialis mata yang berpraktek di RS IMC Bintaro dan RS Permata Ibu Tangerang ini.

 

Sedangkan kebutaan pada anak usia balita, dapat disebabkan karena :

  • Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu pertumbuhan pembuluh darah di retina yang abnormal. Ini biasanya terjadi pada bayi-bayi prematur, kurang dari 30 minggu, atau berat badan kurang  dari 1500 gram. Semakin muda bayi kemungkinan untuk timbulnya ROP juga semakin besar
  • Kelainan refraksi seperti rabun jauh atau silindris yang berat
  • Tumor pada mata (retinoblastoma)

Xeropthalmia, yaitu kekeringan pada konjunctiva dan kornea yang disebabkan karena defisiensi vitamin A. Biasanya terjadi pada anak kurang dari 6 tahun, dan menimbulkan 20.000 – 100.000 kasus kebutaan anak di negara berkembang.

Gejala awal kebutaan pada anak, dapat diketahui dengan mengamati pola penglihatan anak. Pada saat lahir anak dapat melihat pola terang dan gelap, namun masih belum fokus. Biasanya pada usia 4 – 6 bulan, bayi akan menggerakkan kepalanya untuk mengikuti obyek yang bergerak di hadapannya. selanjutnya di usia 6 – 8 bulan, bayi akan mulai melihat warna lebih lengkap, dan koordinasi mata juga lebih baik.  Pada usia antara 1 – 3 tahun, maka koordinasi antara mata dan tangan akan semakin membaik.

Mom & Dad harus sudah mulai merasa curiga ada kelainan pada penglihatan si kecil jika pada usia perkembangannya, ia belum dapat melakukan apa yang harusnya sudah bisa dilakukannya. Contohnya, ketika bayi Mom&Dad jarang menggerakkan mata; tidak menutup/memicingkan matanya bila terkena sinar terang atau sinar matahari; atau kurang merespon wajah sang mommy — itu sudah bisa menjadi tanda-tanda awal si kecil mengalami masalah pada penglihatannya. Jadi kalau hal ini terjadi, segeralah Mom&Dad berkonsultasi ke dokter!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *