Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Kenali Perilaku Marah Si Kecil

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Si kecil yang masih bayi tentu bisa marah. Moms & Dads dapat mengenalinya lewat tangisan. Kemarahan bahkan bisa membuat ia menangis sambil membanting atau melonjakkan tubuh ke belakang, membuat cemas Moms & Dads yang menggendongnya.

Perilaku marah seperti itu sangat normal. Bisa dibilang semua bayi pernah melakukannya dan mungkin bertahan hingga balita. Penulis buku-buku parenting sekaligus dokter anak di San Clemente, California, Bob Sears, mengungkap tindakan ini menunjukkan rasa frustasi sekaligus ketidakmampuan si kecil mengendalikan emosi. Sama sekali tak ada hubungan dengan kemampuan atau masalah fisik.

“Dia tak bisa menghentikan dirinya sendiri walaupun sikapnya bisa membahayakan, terutama ketika digendong,” ujar penulis buku The Vaccine Book ini.

Rata-rata perilaku ini muncul di usia 9 bulan. Pada usia ini, si kecil memang sudah mulai bisa menentukan keinginannya dan menjadi sangat kesal bila ia tidak mendapatkannya. Moms & Dads mungkin sulit memahami pemicunya karena bisa saja si kecil marah akibat masalah kecil. Misalnya, Moms atau Dads menggendong dia dalam posisi tidak nyaman, memberikan mainan yang tidak ia suka atau menyanyikan lagu yang salah.

Apa yang perlu dilakukan ketika si kecil melonjak-lonjak marah? “Bersiap untuk memeluk atau menggendongnya dengan kuat,” saran Bob Sears. Selain itu, segera pindahkan si kecil ke permukaan yang lebar dan empuk, seperti matras, bantal besar dan karpet tebal. Tempatkan si kecil di tempat yang aman walaupun dia terus membanting-banting tubuhnya ke belakang. Pastikan Moms & Dads selalu berada di dekatnya .

Bob Sears juga menekankan agar Moms & Dads tidak terlalu cemas. Kemarahan seperti ini tidak berkaitan dengan masalah kesehatan. Perilaku membanting-banting tubuh ke belakang sangat berbeda dengan kejang atau tangan gemetar secara ritmis yang menandakan penyakit tertentu. Sikap emosional ini menunjukkan perkembangan si kecil untuk menjadi pribadi mandiri.

Tapi lain halnya bila si kecil melonjak-lonjak ke belakang setelah makan. Biasanya ia juga sambil buang angin, mengangkat pinggul dan siku serta memalingkan kepala ke samping. Ini bisa jadi pertanda gastroesophageal reflux atau GERD. Bila ini yang terjadi, Moms & Dads perlu memeriksakannya ke dokter.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *