Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Aturan Baru Screen Time Untuk Si Kecil

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Menonton televisi, bermain games di gadget dan aktivitas menatap layar gawai lainnya selama ini baru dianjurkan untuk si kecil setelah berusia dua tahun ke atas. Tapi The American Academy of Pediatrics atau AAP mengeluarkan panduan baru untuk screen time anak-anak yang mungkin mempengaruhi kebiasaan Moms, Dads dan si kecil juga .

Perubahan terbesar adalah AAP menurunkan usia screen time si kecil dari dua tahun menjadi 18 bulan, 6 bulan lebih muda. Tentu ada syaratnya, yaitu orangtua harus mendampingi si kecil saat menonton maupun bermain sampai dengan usia 5 tahun.

“Anak-anak akan bisa belajar dengan lebih baik bila dibimbing orangtua. Mereka belajar mentransfer pengetahuan dari 2D ke 3D dan menggunakannya untuk memahami dunia. Ini sangat penting terutama buat toddler,”  ujar dokter anak spesialis perkembangan perilaku, Jenny Radesky, M.D., penulis utama pernyataan kebijakan AAP untuk si kecil usia balita.

David Hill, M.D., dari the AAP Council on Communications and Media, menambahkan, Moms & Dads bisa mengibaratkan screen-time dengan jalan-jalan di taman. “Anda bisa bilang, ‘Hey, lihat ada rombongan bebek’ atau ‘ayo cium bunganya.’Saat menonton acara televisi bersama anak, idealnya orangtua perlu menunjukkan bagian-bagian penting yang akan memandu pengalaman si kecil,” tuturnya.

Panduan AAP terbaru ini juga merekomendasikan waktu menonton layar hiburan untuk anak usia 18 bulan hingga 5 tahun adalah selama satu jam per hari, bukan dua jam seperti sebelumnya.  Alasannya, hasil riset menunjukkan balita yang menonton layar gawai dua jam per hari akan cenderung meneruskan kebiasaannya bahkan meningkatkan durasinya setelah lebih dewasa dan memperbesar risiko obesitas. “Kami mengubah panduan karena merasa anak-anak sulit diberitahu bahwa dua jam itu  maksimal dan meminta mereka untuk mengurangi durasi lagi setelah mereka lebih besar,” ujar Dr. Radesky.

Untuk anak usia 15-17 tahun, AAP tidak memberikan standar batas screen-time. Tapi bukan berarti mereka bebas bermain gawai sampai larut malam. Megan A. Moreno, M.D., penulis panduang untuk anak usia 5 – 17 tahun mengungkap, mereka fokus pada kegiatan bersama antara orangtua dengan anak-anaknya dan menerapkan perilaku sehat: satu jam berolahraga, 8-10 jam tidur, waktu untuk mengerjakan PR, waktu untuk keluarga, dan waktu bebas tanpa gadget. “Dari sekian banyak aktivitas, tak ada banyak waktu tersisa. Satu hari penuh dengan kegiatan olahraga dan mengerjakan tugas sekolah, paling waktu yang tersisa untuk gadget hanya 10 menit,” ujar Moreno.

AAP kini menambahkan batasan waktu untuk Moms & Dads yang memiliki anak kecil. Mereka menyarankan Moms & Dads untuk mematikan gadget masing-masing saat makan bersama dan bermain bersama si kecil. Riset menunjukkan, orangtua yang sibuk dengan gawai jarang mengobrol dengan anaknya dan kurang berinteraksi non verbal. “Koneksi emosional berkurang dan bisa jadi timbul konflik,” kata Dr. Radesky.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *