Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Atasi Migrain Saat Hamil

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Sakit kepala migrain bisa terjadi di tengah kehamilan Moms. Pada beberapa Moms mungkin memang pernah mengalami sebelumnya, tapi bisa juga baru muncul setelah kehamilan. Migrain sendiri termasuk tipe sakit kepala vascular atau yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah di otak.

Beberapa riset menemukan ada kaitan antara migrain dengan hormon, dan wanita lebih sering mengalaminya ketimbang pria. Gejalanya berbeda dengan sakit kepala biasa. Moms mungkin akan merasa sedikit kebas di bagian kepala, dan mulai merasakan sakit yang terpusat di bagian kepala depan, samping kiri atau kanan. Sakit kepala jenis ini juga umum diikuti rasa mual dan muntah-muntah. Gejala khas lainnya adalah muncul aura atau kilasan cahaya yang mengganggu penglihatan.

Secara umum, migrain tidak berbahaya, tapi bisa jadi dipicu oleh masalah kesehatan lain. Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter bila dibarengi demam, sakit kepala bertahan lebih dari beberapa jam atau terus muncul, dan penglihatan menjadi kabur .

Gangguan ini punya banyak pemicu yang bisa berbeda-beda pada tiap Moms. Selain hormon, bisa juga karena stress, makanan tertentu seperti cokelat dan keju, kopi, hingga cuaca. Agar Moms tahu apa pemicunya, sebaiknya buat semacam diary untuk mencatat kapan Moms mulai merasakan gejalanya, berapa lama sakit berlangsungĀ  dan apa saja yang Moms konsumsi atau lakukan sebelumnya. So, di hari-hari berikutnya Moms bisa menghindari faktor pemicu dan mencegah kondisi yang tidak nyaman ini muncul kembali.

Beberapa cara ini bisa Moms lakukan saat migrain:

  • Kompres kepala dengan handuk yang dibasahi air dingin. Moms bisa juga mencoba menggunakan kompres panas di kepala bagian samping, mata dan belakang leher
  • Mandi dengan air dingin
  • Tidur
  • Berolahraga
  • Melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi dan yoga
  • Bila Moms memilih mengonsumsi obat, Moms bisa meminum acetaminophen (Tylenol) untuk meredakan rasa sakit. Tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan. Hindari meminum aspirin atau ibuprofen karena tidak dianjurkan untuk Moms hamil.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *